<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Veatha&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://veatha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://veatha.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 02:42:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='veatha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Veatha&#039;s Blog</title>
		<link>http://veatha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://veatha.wordpress.com/osd.xml" title="Veatha&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://veatha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERAWATAN PAYUDARA</title>
		<link>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/perawatan-payudara/</link>
		<comments>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/perawatan-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veatha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/perawatan-payudara/</guid>
		<description><![CDATA[Perawatan Payudara May 4, 2008 in Uncategorized Tags: payudara, perawatan Tujuan Perawatan Payudara Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut : 1) Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi 2) Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet 3) Untuk menonjolkan puting susu 4) Menjaga bentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=4&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perawatan Payudara </p>
<p>May 4, 2008 in Uncategorized<br />
Tags: payudara, perawatan</p>
<p>Tujuan Perawatan Payudara</p>
<p>Perawatan Payudara pasca persalinan merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :</p>
<p>1) Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi</p>
<p>2) Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet</p>
<p>3) Untuk menonjolkan puting susu</p>
<p>4) Menjaga bentuk buah dada tetap bagus </p>
<p>5) Untuk mencegah terjadinya penyumbatan</p>
<p>6) Untuk memperbanyak produksi ASI</p>
<p>7) Untuk mengetahui adanya kelainan</p>
<p>Pelaksanaan perawatan payudara pasca persalinan dimulai sedini mungkin yaitu 1 – 2 hari sesudah bayi dilahirkan. Hal itu dilakukan 2 kali sehari. </p>
<p>Pelaksanaan Perawatan Payudara</p>
<p>Persiapan Alat</p>
<p>1. Baby oil secukupnya.</p>
<p>2. Kapas secukupnya</p>
<p>3. Waslap, 2 buah</p>
<p>4. Handuk bersih, 2 buah</p>
<p>5. Bengkok</p>
<p>6. 2 baskom berisi air (hangat dan dingin)</p>
<p>7. BH yang bersih dan terbuat dari katun</p>
<p>Persiapan Ibu</p>
<p>1. Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir dan keringkan dengan handuk.</p>
<p>2. Baju ibu bagian depan dibuka </p>
<p>3. Pasang handuk</p>
<p>Pelaksanaan Perawatan Payudara</p>
<p>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan perawatan payudara pasca persalinan, yaitu:</p>
<p>1. Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit, kemudian bersihkan dengan kapas minyak tadi.</p>
<p>2. Pengenyalan yaitu puting susu dipegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar kedalam 20 kali keluar 20 kali.</p>
<p>3. Penonjolan puting susu yaitu :</p>
<p>1) Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali</p>
<p>2) Dirangsang dengan menggunakan ujung waslap</p>
<p>3) Memakai pompa puting susu</p>
<p>4. Pengurutan payudara:</p>
<p>1) Telapak tangan petugas diberi baby oil kemudian diratakan</p>
<p>2) Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke putting susu sebanyak 30 kali</p>
<p>3) Pijatlah puting susu pada daerah areola mammae untuk mengeluarkan colostrums.</p>
<p>4) Bersihkan payudara dengan air bersih memakai waslap.</p>
<p>Gambar 2.1. Pengurutan buah dada dari tengah ke samping kemudian ke bawah</p>
<p>Gambar 2.2. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke samping kemudian ke bawah</p>
<p>Gambar 2.3. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke samping kemudian ke </p>
<p>bawah</p>
<p>Gambar 2.4. Pengurutan buah dada dari pangkal ke puting.</p>
<p>1. Perangsangan Payudara</p>
<p>Setelah selesai pengurutan, payudara disiram dengan air hangat dan dingin secara bergantian selama ± 5 menit (air hangat dahulu kemudian air dingin). </p>
<p>Kemudian pakailah BH (kutang) yang menyangga payudara. Diharapkan dengan melakukan perawatan payudara, baik sebelum maupun sesudah melahirkan, proses laktasi dapat berlangsung dengan sempurna. </p>
<p>Perawatan Payudara dengan Masalah</p>
<p>Puting Lecet</p>
<p>Untuk mencegah rasa sakit, bersihkan puting susu dengan air hangat ketika sedang mandi dan jangan menggunakan sabun, karena sabun bisa membuat puting susu kering dan iritasi.</p>
<p>Penyumbatan Kelenjar Payudara</p>
<p>Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah dari luar kemudian perlahan-lahan bergerak ke arah puting susu dan lebih berhati-hatilah pada area yang mengeras. Menyusui sesering mungkin dengan jangka waktu selama mungkin, susui bayi dengan payudara yang sakit jika ibu kuat menahannya, karena bayi akan menyusui dengan penuh semangat pada awal sesi menyusui, sehingga bisa mengeringkannya dengan efektif. Lanjutkan dengan mengeluarkan air susu dari payudara itu setiap kali selesai menyusui jika bayi belum benar-benar menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut. Tempelkan handuk halus yang sudah dibasahi dengan air hangat pada payudara yang sakit beberapa kali dalam sehari (atau mandi dengan air hangat beberapa kali), lakukan pemijatan dengan lembut di sekitar area yang mengalami penyumbatan kelenjar susu dan secara perlahan-lahan turun ke arah puting susu. </p>
<p>Pengerasan Payudara </p>
<p>Menyusui secara rutin sesuai dengan kebutuhan bisa mambantu mengurangi pengerasan, tetapi jika bayi sudah menyusui dengan baik dan sudah mencapai berat badan ideal, ibu mungkin harus melakukan sesuatu untuk mengurangi tekanan pada payudara. Sebagi contoh, merendam kain dalam air hangat dan kemudian di tempelkan pada payudara atau mandi dengan air hangat sebelum menyuusi bayi. Mungkin ibu juga bisa mengeluarkan sejumlah kecil ASI sebelum menyusui, baik secara manual atau dengan menggunakan pompa payudara. Untuk pengerasan yang parah, gunakan kompres dingin atau es kemasan ketika tidak sedang menyusui untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan mengurangi pembengkakan (Nichol, 2005 : 194).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veatha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veatha.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=4&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/perawatan-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b19c4de00d217ee69bcd2039f235492?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">veatha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/3/</link>
		<comments>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 02:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veatha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/3/</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Kaki Gajah (Filariasis Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=3&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit Kaki Gajah (Filariasis </p>
<p>Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk.</p>
<p>Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini cukup banyak ditemukan di Indonesia.</p>
<p>Cara Penularan</p>
<p>Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghipas darah orang tersebut.</p>
<p>Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes &amp; Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.</p>
<p>Gejala klinis</p>
<p>Gejala Filariais Akut dapat berupa:<br />
Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat<br />
Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit<br />
Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)<br />
Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah<br />
Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)</p>
<p>Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti). </p>
<p>Diagnosis</p>
<p>Bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala klinis, diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat. Seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam darah ditemukan mikrofilaria.</p>
<p>Pencegahan</p>
<p>Pencegahan dapat dilakukan dengan:<br />
Berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk penular<br />
Membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk<br />
Membersihkan semak-semak disekitar rumah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veatha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veatha.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=3&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veatha.wordpress.com/2009/12/15/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b19c4de00d217ee69bcd2039f235492?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">veatha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://veatha.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/</link>
		<comments>http://veatha.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 04:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veatha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=1&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veatha.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veatha.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veatha.wordpress.com&amp;blog=10905952&amp;post=1&amp;subd=veatha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veatha.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3b19c4de00d217ee69bcd2039f235492?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">veatha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
